Website Ini Masih dalam Tahap pengembangan, Masukan anda sangat kami harapkan untuk perbaikan kedepannya

Selamat Datang, Semoga dengan hadirnya website ini, dapat meningkatkan pelayanan administrasi dan informasi kepada masyarakat.

SALAM DESA,, MAJU,BERKEMBANG,MANDIRI

 

PEMBEKALAN BUDIYAYA LEBAH MADU KELULUT

Administrator 12 Oktober 2019 14:11:44 Kabar Desa

Program Forest Investment Programme – Project 1 (FIP – 1) merupakan program di bawah perjanjian antara Pemerintah Indonesia (melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK) dan Asian Development Bank (ADB). Secara umum, program ini merupakan investasi khusus berbasis masyarakat untuk mengatasi deforestasi dan degradasi hutan. Perhutanan sosial memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola dan memanfaatkan hutan negara atau hutan hak/hutan adat dengan sistem pengolahan hutan yang lestari. Tujuannya adalah kesejahteraan masyarakat yang tinggal disekitar kawasan hutan. Mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. P.83/Menlhk/Setjen/Kum.1/10/2016 tentang Perhutanan Sosial, peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam pengelolaan hutan dapat dilakukan dengan mengembangkan dan mengoptimalisasikan hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan khusus di Hutan Lindung, serta pemanfaatan kayu di Hutan Produksi. Salah satu komoditi yang dapat dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan yaitu madu hutan dan madu kelulut.  Madu banyak dicari oleh manusia karena diketahui banyak manfat kesehatan yang diperoleh dari kandungan madu. Berbagai jenis lebah dapat menghasilkan madu baik lebah bersengat maupun lebah tanpa sengat. Salah satu lebah tak bersengat yang menghasilkan madu adalah lebah kelulut atau Trigona sp.  Beberapa tahun terakhir ini, budidaya madu kelulut mulai familiar di masyarakat. Selain karena harga jual madu yang cukup baik, teknis pengelolaannya juga terkesan mudah, ditambah ketersediaan sarang yang masih berlimpah di hutan membuat ternak kelulut menjadi salah satu opsi yang menjanjikan.  Namun, tidak banyak pet

Program Forest Investment Programme – Project 1 (FIP – 1) merupakan program di bawah perjanjian antara Pemerintah Indonesia (melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK) dan Asian Development Bank (ADB). Secara umum, program ini merupakan investasi khusus berbasis masyarakat untuk mengatasi deforestasi dan degradasi hutan. Perhutanan sosial memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola dan memanfaatkan hutan negara atau hutan hak/hutan adat dengan sistem pengolahan hutan yang lestari. Tujuannya adalah kesejahteraan masyarakat yang tinggal disekitar kawasan hutan. Mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. P.83/Menlhk/Setjen/Kum.1/10/2016 tentang Perhutanan Sosial, peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam pengelolaan hutan dapat dilakukan dengan mengembangkan dan mengoptimalisasikan hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan khusus di Hutan Lindung, serta pemanfaatan kayu di Hutan Produksi. Salah satu komoditi yang dapat dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan yaitu madu hutan dan madu kelulut.  Madu banyak dicari oleh manusia karena diketahui banyak manfat kesehatan yang diperoleh dari kandungan madu. Berbagai jenis lebah dapat menghasilkan madu baik lebah bersengat maupun lebah tanpa sengat. Salah satu lebah tak bersengat yang menghasilkan madu adalah lebah kelulut atau Trigona sp.  Beberapa tahun terakhir ini, budidaya madu kelulut mulai familiar di masyarakat. Selain karena harga jual madu yang cukup baik, teknis pengelolaannya juga terkesan mudah, ditambah ketersediaan sarang yang masih berlimpah di hutan membuat ternak kelulut menjadi salah satu opsi yang menjanjikan.  Namun, tidak banyak peternak madu kelulut paham bagaimana membudidayakan lebah-lebah tanpa sengat ini. Diperlukan upaya pendampingan dalam pengembangan budidaya madu kelulut sebagai panduan agar calon peternak memahami cara perlakuan lebah kelulut mulai dari penanganan log, perawatan log, ketersedian sumber pakan, aneka model rumah hingga penanganan pascapanen. Berbeda halnya dengan lebah hutan yang budidayanya sulit dilakukan karena merupakan jenis lebah liar dan memiliki ketergantungan musim, namun sebagian besar wilayah di Kapuas Hulu merupakan potensi pengembangan madu hutan.Berdasarkan paparan diatas, BPSKL melalui program FIP-1 bermaksud Memfasilitasi Masyarakat untuk Optimalisasi HHBK-Madu Sebagai Alternatif Penghasilan Masyarakat dengan melalui pelatihan uji coba pengembangan madu kelulut dan Pengolahan pasca panen madu hutan.

Agar peternak madu kelulut paham bagaimana membudidayakan lebah-lebah tanpa sengat ini. Diperlukan upaya pendampingan dalam pengembangan budidaya madu kelulut sebagai panduan agar calon peternak memahami cara perlakuan lebah kelulut mulai dari penanganan log, perawatan log, ketersedian sumber pakan, aneka model rumah hingga penanganan pascapanen. Berbeda halnya dengan lebah hutan yang budidayanya sulit dilakukan karena merupakan jenis lebah liar dan memiliki ketergantungan musim, namun sebagian besar wilayah di Kapuas Hulu merupakan potensi pengembangan madu hutan. 

Pembekalan Budidaya Lebah Madu Kelulut dilaksanakan di Gedung LPHD PUNDJUNG BATARA berlokasi  Desa Nanga Betung. pada bulan Oktober terlaksana pada tanggal 8 s/d 10 Oktober 2019 ,kegiatan ini di mulai puul 08:00 sampai 16:00 WIB.

Implementasi kegiatan Pembekalan Budididaya Lebah Madu Kelulut ini termasuk dalam tanggung jawab Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) wilayah Kalimantan dan didukung oleh PISU, adapun Narasumbernya adalah Sabarudin dari LPHD Selaup. Perserta Pembekalan Budidaya Lebah Madu Kelulut ini adalah Masyarakat Desa Nanga Betung berjumlah 20 Orang  dengan jumlah perserta Laki-laki 13 orang dan Perempuan sebanyak 7 orang dengan ini implementasi Gender di kegiatan Pembekalan Budidaya Lebah Madu kelulut sebanyak 30% telah mencukupi.

Kegiatan Pembekalan Budidaya Lebah Madu Kelulut di Desa Nanga Betung  bertujuan untuk memperkenalkan potensi lebah kelulut sebagai alternatif pendapatan masyarakat dari optimalisasi hasil hutan bukan kayu, meningkatkan keterampilan masyarakat dalam melakukan budidaya lebah kelulut, serta meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk mengelolah lebah madu kelulu dan menyusun rencana tindak lanjut pengembangan madu kelulut.

Pembekalan dilakukan selama 3 (tiga) hari dengan komposisi 30% teori dan 70% praktek dilapangan, kegiatan Pembekalan Budidaya Lebah Madu Kelulut pada hari pertama di buka oleh Pak Nugroho Dari BPSKL, kemudian dilanjutkan materi Budidaya Madu Kelulut,  Pembuatan Kotak Sarang Lebah Madu Kelulut dan SOP Pemanenan dan Pemindahan Koloni Lebah Madu Kelulut oleh Pak Sabar sebagai Narasumber dalam pelatihan , para perserta sangat bersemangat dalam kegiatan dan narasumber begitu aktif dalam memberi meteri dan menjawab pertayaan dari perserta kegiatan. Hari kedua Kegiatan Pembekalan Budidaya Lebah Madu Kelulut ialah Pembuatan Kotak Sarang Lebah Madu Kelulut, para perserta di bagi 3 kelompok dalam pembuatan kotak sarang , kotak sarang yang harus di buat para peserta yaitu: Kotak Sambung, Kotak Persergi dan Kota Alam. Perempuan terlibat langsung dalam pembuatan kotak sarang ini ada yang membantu membuat tutup kotak dan menanam pakan disekitar lokasi penempatan kotak kelulut. Hari Ke 3 merupakan hari terakhir pada Kegiatan Pembekalan Budidaya Lebah Madu Kelulut para perserta diberikan praktek cara memanen dan pemindahan koloni dari sarang utama ke kotak sarang  yang sudah dibuat dihari ke 2. Pemindahan Koloni harus hati-hati apabila terjadi kesalahan faktor kegagalan sangatlah besar, menurut narasumber Pak Sabarudin ada beberapa hal yang harus di perhatikan dalam pemindahan dari sarang utama ke kotak sarang  agar terhindar dari faktor kesalahan. Diakhir praktek para perserta diminta testimony dari pembekalan yang sudah diberikan selama 3 hari dan kegiatan Pembekalan Budidaya Lebah Madu Kelulut di tutup oleh Pak Nugroho.

 

 

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Aparatur Desa

Kepala Desa Sekretaris Desa Kaur Umum dan Perencanaan Kaur Keuangan Kasi Pemerintahan Kasi kesejahteraan dan pelayanan Kadus Kalang Kadus Betung Kadus Bantas

Sinergi Program

Website Pemda Kapuas Hulu Website Pemprov Kalbar
Website Kemendagri Website Kemendes

Peta Desa

Komentar Terkini

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung