Website Ini Masih dalam Tahap pengembangan, Masukan anda sangat kami harapkan untuk perbaikan kedepannya

Selamat Datang, Semoga dengan hadirnya website ini, dapat meningkatkan pelayanan administrasi dan informasi kepada masyarakat.

Pemerintahan Desa Nanga Betung Mengucapakan Marhaban ya Ramadhan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Moga amal ibadah puasa kita diterima Allah SWT.

 

HUTAN DESA PUNDJUNG BATARA

ZULKARNAIN 20 April 2019 20:55:25 Kabar Desa

Perkembangan kebijakan yang baru yaitu UU 23 tentang pemindahan beberapa urusan dan kewenangan daerah tingkat 2 Kabupaten ke daerah tingkat 1 Provinsi, salah satunya adalah urusan sector Kehutanan, termasuk juga skema-skema Perhutanan Sosial yang baru juga mulai berkembang. Pada konten ini, kita dituntut untuk membangun koordinasi dan komunikasi yang lebih luas lagi khususnya dengan Dinas Kehutanan Provinsi untuk mensinergikan inisiatif  lokal dengan paket-paket kegiatan yang direncanakan.

 

 Rencana kedepan

Bersinergikan dengan para pihak akan diperluas dan dikonkritkan melalui audiensi dan ekspose progress, serta senantiasa menghadiri pertemuan parapihak.

Kegiatan-kegiatan terutama pengamanan areal kerja yang diwujudkan dalam bentuk monitoring biodiversity tetap dilanjutkan disesuaikan dengan perkembangan lapangan serta kemampuan pembiayaan yang tersedia.

Konsultasi dan koordinasi dengan lembaga pendamping serta Dinas Perkebunan dan Kehutanan baik Kabupaten maupun Provinsi, serta BPDAS-Kapuas akan ditingkatkan, sehubungan skema-skema pengembangan potensi yang ada.

Sosialisasi dan koordinasi dengan masyarakat local, masyarakat desa-desa sekitar terutama di Kecamatan akan menjadi prioritas untuk dilakukan, dan terus-menerus hingga terbangun suatu pemahaman bersama dan jika memungkinkan untuk sharing dan bekerjasama dalam memperoleh manfaat hutan desa.

 

18

Hutan Desa Pundjung Batara

Desa Nanga Betung Kec. Boyan Tanjung

Sebagai Percontohan Hutan Desa

di Kapuas Hulu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LPHD Pundjung Batara

2015

 

 

 

Buku ini sebagai  Laporan Perkembangan

                  Hutan Desa Pundjung Batara

  Desa Nanga Betung Kec. Boyan Tanjung

  untuk Bulan Agustus 2015

 

 

 

Dibuat oleh :

Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Pundjung Batara

Desa Ujung Said Kec. Jongkong Kab. Kapuas Hulu

Kerjasama dengan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Kapuas Hulu

Didampingi oleh: Lembaga FFI

 

 

 

 

 

 

Penulis : Eko Darmawan

(Koordinator FFI Kapuas Hulu)

 

Kontributor :

  1. Herman Acin (Ketua LPHD Pundjung Batara)
  2. Nurhakim (Kepala Desa Nanga Betung)
  3. Jumtani (Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Kapuas Hulu
  4. Ari Sulistyo (BPDAS-Kapuas Pontianak)

 

Peta oleh      : Eko Darmawan

Gambar oleh : Eko Darmawan dan koleksi LPHD Pundjung Batara

 

 

Tantangan lain juga adalah sumber pendapatan masyarakat desa sendiri serta beberapa desa sekitar masih relative besar mengandalkan dari usaha/kerja PETI, walaupun sudah cukup banyak

 

 

juga yang sudah menyadari ketidakberlanjutan serta dampak kerusakan lingkungannya, alternative kongkrit sangat didambakan.

Alternatif pendapatan masyarakat dari HHBK seperti dipaparkan sebelumnya masih belum signifikan memberikan jawaban, masih memerlukan pembinaan dan pendampingan kelembagaan dalam membangun dan analisa produksi, pengolahan, pengemasan hingga kepastian pasar, tentu dalam hal ini perlu disinergikan dengan SKPD Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi.

 

17

Tantangan dan Harapan

 

Stimulan pembiayaan Balas Jasa Lingkungan juga mempersiapkan Hutan Desa Pundjung Batara untuk masuk dalam skema REDD+ Plan Vivo, termasuk wacana pemerintahan kabupaten yang melalui Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kapuas Hulu menjadikan pengelolaan Hutan Desa Pundjung Batara ini menjadi percontohan Hutan Desa di Kapuas Hulu, sehingga beberapa tamu diarahkan untuk mengunjungi areal kerja dan berdialog dengan Kepala Desa, LPHD dan masyarakat secara langsung.

 

 

 

Kunjungan Pustanlink Kementerian Kehutanan Jakarta, Nop 2014

 

 

16

Selayang Pandang

 

Inisiastif untuk mengelola sendiri wilayah hutan sudah ada sejak masyarakat menyadari betapa manfaat yang diperoleh oleh perusahaan kayu pada periode PT. Papa Guna dan dilanjutkan oleh gelombang kebijakan HPHH 100 Ha.

Komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Perkebunan dan Kehutanan makin intensif ketika adanya skema Hutan Desa melalui Peraturan Menteri Kehutanan nomor 49 tahun 2008.

Dukungan dari lembaga pendamping seperti FFI dalam membangun pemahaman, juga dari pihak Kementerian Kehutanan melalui BPDAS-Kapuas, serta dari unsur pemerintahan desa dan Kecamatan.

Komposisi wilayah desa yang sebagian besar berstatus Hutan Produksi, serta perijinan eks perusahaan yang sudah dicabut, semakin memberikan wujud kongkrit dalam bentuk usulan Hutan Desa yang ditujukan kepada Bapak Bupati pada akhir tahun 2010, dan diteruskan ke Kementerian Kehutanan tahun 2011,

Verifikasi oleh pihak Kementerian dilakukan pada tahun 2012 tepatnya dibulan September, kemudian pada 18 Januari Hutan Desa Pundjung Batara Desa Nanga Betung Kec. Boyan Tanjung memperoleh Surat Keputusan Penetapan Areal Kerja Hutan Desa nomor 27 tahun 2014.

Tahun 2014, selain memperoleh SK-PAK dari Kementerian Kehutanan, juga memperoleh Pembiayaan Balas Jasa Lingkungan dari FFI sebesar 50 juta atas dasar komitmen dan keseriusan masyarakat mengajukan Hutan Desa.

Tahun 2014 juga dilakukan pengusulan ijin Hak Pengelolaan Hutan Desa ke Gubernur, yang diakomodir dan diberikan Surat Keputusan

 

1

Gubernur tentang Pemberian Hak Pengelolaan Hutan Desa tertanggal 13 Mei 2015.

Pengalaman dan pembelajaran dalam skema Hutan Desa sangat banyak kami dapatkan baik personal maupun komunal yang terbangun melalui silaturahmi diinternal serta dengan berbagai pihak.

Terima kasih yang tidak terhingga kami sampaikan kepada lembaga pendamping Fauna and Flora International, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kapuas Hulu, BPDAS-Kapuas, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, serta ke berbagai pihak yang banyak berkontribusi dalam proses selama ini.

Kami sadari bahwa capaian yang ada sekarang masih jauh dari apa yang sebenarnya kita cita-citakan, sehingga kontribusi semua pihak masih sangat besar kami harapkan, demi penyempurnaan dan alur pengembangan program yang semestinya, termasuk isi dari laporan kecil ini.

Kami juga menyadari dalam proses selama ini, termasuk penyusunan laporan singkat ini banyak terdapat kekeliruan baik sikap, kata dan harapan, dengan kerendahan hati kami atas nama masyarakat desa Nanga Betung memohon maaf yang sebesar-besarnya.

Akhir kata semoga laporan ini bermanfaat buat kita semua, dan terima kasih, Wassalam

 

Hormat kami

Ng. Betung, Agustus 2015

 

LPHD-Pundjung Batara

 

2

  1. Kelola Sumber Daya Manusia, demikian juga dengan slot pembiayaan ini, sepertinya ada pemahaman bahwa peningkatan kapasitas hanya diperuntukkan pada anggota LPHD, sehingga belum terserap.

 

 

 

 

Gambar 1 Tim Pengawasan Hutan Desa Pundjung Batara

Desa Nanga Betung sedang Pelatihan Penggunaan GPS

 

 

 

 

 

15

 

 

Penyususn stratifikasi hutan yang cukup dominan juga adalah pohon Kempas (Kempassia exelsa), yang pada periode logging (usaha kayu) tidak diproduksi karena kayunya yang keras. Dalam kontek HHBK, pohon-pohon ini merupakan potensi penghasil Madu hutan, namun belum ada informasi jumlah produksi yang terdokumentasi, jumlah pohon potensi lalau cukup banyak.

Potensi lainnya lagi adalah penyedia air bersih, terdapat 2 anak sungai yang airnya bisa dimanfaatkan untuk disuplay kebutuhan rumah tangga, bahkan berpeluang untuk pengembangan usaha air minum kemasan.

 

14

Perijinan Hutan Desa Pundjung Batara

 

Usulan Hutan Desa atas fasilitasi lembaga FFI yang ditujukan ke Bupati Kapuas Hulu dilengkapi rekomendasi Camat Boyan Tanjung, terkoordinasi secara intensif dengan Dinas Perkebunan dan Kehutanan,

 

 

 

 

 

 

 

 

Usulan dari desa ditindaklanjuti oleh Pemerintahan daerah Kabupaten melalui proses verifikasi internal di Dinas Perkebunan dan Kehutanan, dan melanjutkan usulan HD ini ke Kementrian Kehutanan yang dilegitimasi Bupati, berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan nomor 49 tahun 2008 tentang Hutan Desa.

 

3

   

Konfirmasi untuk verifikasi dari Kementrian Kehutanan melalui Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kapuas Hulu dilakukan simultan terhadapa 7 usulan desa lainnya.

Pada fase menunggu proses verifikasi serta diterbitkannya SK-PAK (Penetapan Areal Kerja), FFI bersama Disbunhut memfasilitasi kegiatan penguatan kapasitas lembaga dan perijinan, salah satunya adalah Training Penyusunan Peraturan Desa (Perdes) tentang

4

 

 

 

 

 

Foto Kantor LPHD

 

 

 

  1. Kelola Usaha, menstimulasi usaha dari sumberdaya yang ada di areal kerja hutan desa

Tengkawang adalah komudity potensial areal kerja hutan desa, sebarannya hampir seluruh wilayah dan berbuah pada musimnya. Tahun 2010 produksi mencapai 100 ton, diprediksi tahun 2015 ini produksi juga tinggi dan direncanakan untuk dikelola LPHD.

 

 

   

 

13

Pemahaman sebagaimana termuat dalam UU. No 6 tentang Desa, bahwa sebagai konsekuensi pengelolaan wilayah (termasuk hutan) desa boleh menggunakan anggaran yang dimiliki sebagai bagian dari pembangunan desa, cukup konsisten direalisasikan kepala desa.

Setelah alokasi pembiayaan dari Balas Jasa Lingkungan terserap semua yang untuk monitoring, desa mengganggap monitoring masih harus dilakukan, maka untuk monitoring sejak bulan Agustus ini, sumber pembiayaannya dari ADD atas kebijakan Kepala Desa.

 

 

 

 

  1. Kelola Kelembagaan, penguatan kelembagaan melalui tertib administrasi, stimulasi pemerintahan dan kantor desa, termasuk kegiatan humas dan tindak lanjut perijinan, dan koordinasi ke Kecamatan dan Kabupaten.

 

12

Dalam training penyusunan Perdes juga dilakukan koordinasi dan konsultasi pada Badan Pemerintahan Desa dan Bagian Hukum di SKPD Kabupaten.

Kelembagaan Hutan Desa sebagaimana termuat dalam Perdes ini menjadi persaratan utama pengusulan Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD) yang nantinya diajukan ke Gubernur melalui Bupati.

Pada tanggal 18 Januari 2014 melalui Direktur Bina Perhutanan Sosial Bapak Hariyadi Himawan menyerahkan SK-Penetapan Areal Kerja Hutan Desa dari Menteri Kehutanan untuk Nanga Betung dan 7 desa lainnya yang disaksikan Bupati Kapuas Hulu Bapak AM. Nasir.

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sesuai P.49/2009 yang disempurnakan dengan P.89/2014, 4 dari 8 Hutan Desa yang sudah memperoleh PAK, dalam masa 2 (dua) tahun diwajibkan untuk (termasuk HD Punjung Batara) mengajukan permohonan Ijin Hak Pengelolaan HD (HPHD) ke Gubernur melalui Bupati. Dan atas fasilitasi dan koordinasi Bidang Rehabilitasi dan Perhutanan Sosial Disbunhut Kab. Kapuas Hulu

5

serta BPDAS-Kapuas dengan Biro Ekbang kantor Gubernur Kalimantan Barat, pada Nopember 2014 dikirimlah 4 permohonan atau Usulan HPHD ke Gubernur.

Pada Desember 2014 telah dilakukan Penilaian atas usulah HPHD oleh tim dari Provinsi yang terdiri dari Biro Ekbang dan Biro Hukum kantor Gubernur, Badan Pemerintahan Desa dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat serta didampingi oleh Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten.

 

Tim Penilai HPHD dari Propinsi Kalimantan Barat

 

Pada fase ini juga dibangun koordinasi antara Dinas Perkebunan  dan Kehutanan Kabupaten dengan  BPDAS-Kapuas UPT dari Kementrian Kehutanan memfasilitasi Alat/Mesin Pengepres Tengkawang, dan diwacanakan Hutan Desa Pundjung Batara bisa menjadi salah satu sentra produksi Tengkawang di Kapuas Hulu.

 

6

Secara umum areal kerja hutan desa Nanga Betung terdiri atas 2 Type Ekosistem yaitu ekosistem terreduksi (banyak intervensi aktifitas, bekas aktifitas logging dan PETI), dan ekosistem hutan dataran rendah dengan stratifikasi hutan yang variatif dan merupakan hutan sekunder.

Untuk areal yang sudah terdegradasi baik karena pembangunan jalan diperiode logging serta akibat aktifitas peti sudah dialokasikan untuk wilayah rehabilitasi Tengkawang

 

 

Dalam perjalanan fasilitasi pengelolaan Hutan Desa Nanga Betung ini, peran dan komitmen Kepala Desa sangat besar, kontribusinya dalam setiap kegiatan, termasuk kontribusi pembiayaan dari anggaran desa yang dikelolanya.

 

11

-      monitoring yang diselaraskan dengan identifikasi potensi-potensi areal kerja lainnya.

 

 

Kunjungan Country Director FFI-IP, Jan 2015

 

10

 

 

Berkah dari koordinasi dan komunikasi yang intensif dari Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kapuas Hulu dengan pihak Biro Ekbang Kantor Gubernur, juga bersama unsur pimpinan BPDAS-Kapuas dan Direktur Bina Perhutanan Sosial Jakarta, serta Kepala Dinas Kehutanan Propinsi, maka pada tanggal 13 Mei 2015, Bapak Cornelis Gubernur Kalimantan Barat menandatangani SK-Pemberian HPHD kepada 4 usulan Hutan Desa dari Kabupaten Kapuas Hulu.

Satu diantara SK yang diberikan Gubernur ini adalah HPHD Pundjung Batara desa Nanga Betung, dan SK-HPHD ini adalah SK yang pertama yang dikeluarkan Gubernur Kalimantan Barat.

 

 

7

 

Perkembangan HD Pundjung Batara

 

Tahun 2014 Hutan Desa Pundjung Batara Desa Nanga Betung memperoleh pembiayaan Balas Jasa Lingkungan yang didasarkan pada komitmen masyarakatnya yang sudah mengajukan usulan Hutan Desa.

Fasilitas Pembiayaan ini diberikan oleh FFI dengan 4 rujukan penggunaan, yaitu:

  1. Kelola Areal Kerja, meliputi :

-      penataan areal kerja, termasuk tata batas  desa, tata batas Areal Kerja dan bloking area.

 

 

8

 

-      Pembuatan dan pemasangan plank batas dan plank informasi sesuai yang diperlukan,

 

 

 

 

 

 

 

-      Pembangunan pos jaga, serta untuk

 

 

 

 

 

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Aparatur Desa

Kepala Desa Sekretaris Desa Kaur Umum dan Perencanaan Kaur Keuangan Kasi Pemerintahan Kasi kesejahteraan dan pelayanan Kadus Kalang Kadus Betung Kadus Bantas

Sinergi Program

Website Pemda Kapuas Hulu Website Pemprov Kalbar
Website Kemendagri Website Kemendes

Peta Desa

Komentar Terkini

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung